Rabu, 03 Desember 2014

Ikan gabus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
?Ikan Gabus
Ikan gabus, Channa striata
Ikan gabus, Channa striata
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Channidae
Genus: Channa
Spesies: C. striata
Nama binomial
Channa striata
(Bloch, 1793)

Ikan gabus adalah sejenis ikan predator yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah: bocek dari riau, aruan, haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), kabos (Mhs.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).

Pemerian

Channa stri 060627 7960 jtgno ed resize.jpg
Kepala ikan gabus
Ikan darat yang cukup besar, dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1 m. Berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead), dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya.
Sisi atas tubuh --dari kepala hingga ke ekor-- berwarna gelap, hitam kecoklatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata, bercoret-coret) yang agak kabur. Warna ini seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam.

Kebiasaan

Ikan gabus biasa didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok.
Seringkali ikan gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan di sana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui ‘berjalan’ di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele atau betok) namun lebih primitif.
Pada musim kawin, ikan jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan dekat tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan. Kelompok muda ini dijagai oleh induknya.

Penyebaran

Ikan gabus menyebar luas mulai dari Pakistan di barat, Nepal bagian selatan, kebanyakan wilayah di India, Bangladesh, Sri Lanka, Tiongkok bagian selatan, dan sebagian besar wilayah di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Keragaman Jenis

Gabus dan kerabatnya termasuk hewan Dunia Lama, yakni dari Asia (genus Channa) dan Afrika (genus Parachanna). Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut.
Di Indonesia terdapat beberapa spesies Channa; yang secara alami semuanya menyebar di sebelah barat Garis Wallace. Namun kini gabus sudah diintroduksikan ke bagian timur pula.
Salah satu kerabat dekat gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg.

Manfaat dan Kerugian

Sebetulnya ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan-ikan gabus liar yang ditangkap dari sungai, danau dan rawa-rawa di Sumatra dan Kalimantan kerap kali diasinkan sebelum diperdagangkan antar pulau. Gabus asin merupakan salah satu ikan kering yang cukup mahal harganya. Selain itu ikan gabus segar, kebanyakan dijual dalam keadaan hidup, merupakan sumber protein yang cukup penting bagi masyarakat desa, khususnya yang berdekatan dengan wilayah berawa atau sungai.
Channa stri 060702 2575 jtgno ed resize.jpg
Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan. Dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing. Namun giginya yang tajam dan sambaran serta tarikannya yang kuat, dapat dengan mudah memutuskan tali pancing.Untuk masyarakat desa yang khususnya petani, ikan gabus sangat membantu memusnahkan hama, misalnya: sawah yang banyak di huni oleh hama keong, sering kali berujung dengan gagal panen, akibat dari ulah keong yang sering memakan padi, terutama di usia muda. Namun beberapa petani menemukan cara yang cukup mudah dan sangat membantu, yaitu, dengan mengembang biakan ikan gabus di sawah-sawah yang sedang di garapnya, dengan demikian keong-keong yang banyak merugikan petani sedikit demi sedikit akan berkurang,
Akan tetapi ikan ini juga dapat sangat merugikan, yakni apabila masuk ke kolam-kolam pemeliharaan ikan (Meskipun beberapa kerabat gabus di Asia juga sengaja dikembangbiakkan sebagai ikan peliharaan). Gabus sangat rakus memangsa ikan kecil-kecil, sehingga bisa menghabiskan ikan-ikan yang dipelihara di kolam, utamanya bila ikan peliharaan itu masih berukuran kecil. Ikan gabus juga menjadi spesies penganggu no.1 di Sulawesi dan Irian Jaya karena mereka telah memusnahkan speesies ikan asli.
Sejak beberapa tahun yang lalu di Amerika utara, ikan ini dan beberapa kerabat dekatnya yang sama-sama termasuk snakehead fishes diwaspadai sebagai ikan berbahaya, yang dapat mengancam kelestarian biota perairan di sana. Jenis-jenis snakehead sebetulnya masuk ke Amerika sebagai ikan akuarium. Kemungkinan karena kecerobohan, maka kini snakehead juga ditemui di alam, di sungai-sungai dan kolam di Amerika. Dan karena sifatnya yang buas dan invasif, Pemerintah Amerika khawatir ikan-ikan itu akan cepat meluas dan merusak keseimbangan alam perairan.

Gabus bagi kesehatan

Ketupat Kandangan khas Kandangan dengan lauk ikan haruan (ikan gabus)
Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit.

Rujukan

Pranala luar

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula

Halo sobat, setelah sekian lama tidak bersua, tim usahaternak mencoba untuk kembali menyapa sobat ternak semua melalui informasi singkat yang semoga berguna bagi semua penghobi ternak. Artikel kali ini mengenai panduan usaha budidaya lele praktis agar sobat sekalian tidak bingung ketika akan memulai bisnis lele. Sebelumnya memang banyak sekali pertanyaan yang masuk pada kami mengenai bisnis lele ini, mengingat trending bisnis ikan lele tidak pernah pasang surut, dan peminatnya bisnis ini semakin tahun ke tahun semakin meningkat yang tidak lain dipengaruhi meningkatnya konsumen ikan lele, baik untuk konsumsi, usaha pemancingan lele, maupun dijual di pasaran. Selain beberapa faktor tersebut, bisnis lele memang dikenal mudah untuk dilakukan dan dengan biaya yang cukup murah sehingga bisa dibilang cukup cerah prospeknya. Namun, pada prakteknya tidak banyak yang tahu dan cukup jeli untuk melihat peluang usaha budidaya dalam bisnis ternak ikan lele.
Di sisi lain banyak juga pihak yang beranggapan bahwa bisnis budidaya lele termasuk kategori sulit dikarenakan sulit mengadaptasikan bibit lele dengan lingkungan dan cuaca sehingga bibit yang ditebar banyak yang mati. Sudah saatnya kita melupakan ketakutan akan hal tersebut, karena untuk melakukan sebuah bisnis ternak kita harus berani ambil resiko dan terus berinovasi bagaimana bibit lele yang ditebar bisa tetap bertahan dan jumlahnya juga tetap. Sebelum memulai pertama persiapkan niat dan selalu berpikir positif bahwa usaha ternak lele ini selain sebagai bisnis juga sebagai hobi sehingga kita bisa selalu melakukan segala halnya dengan senang tanpa perlu susah. Baiklah tanpa berlama-lama, akan kami berikan panduan lengkap usaha ternak lele step-by-step dari mana memulai hingga pemanennya, agar sobat ternak dapat mengikuti secara berurutan tanpa perlu kebingungan dalam praktek bisnis lelenya.

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - Usahaternak
Bisnis ikan lele tidak pernah kehabisan peminat

Persiapan Kolam Budidaya Lele

Tahapan paling awal sebelum memulai bisnis usaha budidaya lele, sejenak sobat harus memikirkan masalah tempat untuk budidaya dan ternak lele. Paling tidak yang harus sobat sediakan adalah lahan/tanah kosong yang nantinya akan dibangun kolam lele. Sebetulnya di dalam ternak budidaya ikan lele ada berbagai macam jenis kolam yang bisa diaplikasikan antara lain cara ternak lele dengan kolam tanah, ternak lele kolam semen, ternak lele kolam terpal, keramba, dan sebagainya. Setiap tipe kolam pasti memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, namun dengan melihat kondisi lingkungan, dana, dan lahan kita bisa menentukan alternatif kolam yang paling cocok untuk bisnis ikan lele.
Jika memiliki lahan yang cukup luas alangkah baiknya jika menggunakan tipe budidaya dengan kolam tanah, karena selain lebih banyak diterapkan oleh para pembudidaya ikan lele pada umumnya, kolam tanah juga lebih baik dalam membentuk ekosistem kolam yang mature dan penuh nutrisi organik yang diperlukan ikan lele untuk perkembangannya. Karena idealnya media kolam untuk ternak ikan lele paling tidak harus memiliki konstruksi yang sesuai, mempunyai sumber daya dan kualitas air yang baik, dan mempunyai siklus ekosistem yang baik. Untuk ukuran kolam tanah dan kapasitas ideal agar usaha budidaya lele bisa maksimal antara lain:

- Kolam dianjurkan memiliki kedalaman sekitar 1-1.5 meter agar cahaya matahari dapat menembus sampai ke dasar kolam untuk perkembangan bakteri di dasar kolam.
- Untuk ukuran kolam bisa dibuat 2x4 meter, 3x4 meter, atau 3x5 meter tergantung ketersediaan lahan dengan mempertimbangkan jumlah bibitan lele yang akan ditebar.
- Idealnya tingkat kepadatan bibit untuk kemudahan perawatan bibit lele per meter persegi (m2) nya adalah 200-400 ekor, jadi pertimbangkan lebih dahulu jumlah total bibit yang akan disebar. 

Dengan mengikuti aturan di atas, mesalah kematian ikan lele kemungkinan besar bisa diminimalisisr bahkan bisa di nol kan. Dalam pembuatan kolam ikan lele (khususnya kolam tanah) ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan agar konstruksi dan kualitas kolam baik, langkah-langkah yang harus disiapkan adalah:

- Pengeringan dan Pengolahan Tanah Kolam
Tahapan pertama sebelum menggunakan kolam untuk ternak lele pemula, setelah kolam tanah dibuat yang harus dilakukan adalah melakukan pengeringan dengan sinar matahari langsung sampai benar-benar kering. Tujuan dari pengeringan ini adalah untuk mematikan mikroorganisme patogen negatif yang menjadi sumber penyakit. Biasanya memakan waktu satu minggu atau kurang dari itu dengan pencahayaan matahari yang terik, untuk mengetahui kering atau tidak bisa dilihat dari tekstur tanah yang mulai terlihat retak-retak. Setelah itu baru dilakukan pembajakan atau pencangkulan permukaan tanah dalam kolam agar tanah menjadi gembur, seperti halnya ketika membajak tanah di sawah sebelum dilakukan penanaman. Namun sebaliknya, pada dinding kolam perlu ditekan-tekan agar menjadi keras dan padat lalu keringkan, ini tujuannya agar dinding kolam tidak ambrol/longsor saat pengisian air.


Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - usahaternak
Kolam tanah, jenis metode budidaya lele yang umum digunakan

- Pemupukan dan Pengapuran Kolam

Setelah melalui tahap pengeringan kolam dan tanah sudah benar-benar kering, saatnya pemberian kapur. Jenis kapur yang umum dgunakan adalah tohor atau kapur dolomit. Pengapuran dilakukan melalui penebaran secara merata ke seluruh permukaan dasar kolam lalu cangkul-cangkul lagi agar tercampur dan meresap ke dalam tanah. Untuk dosis pemberian kapur sangat tergantung pada luas kolam lele, pada umumnya menggunakan takaran 250-500 gram per meter perseginya. Pengapuran ini berfungsi untuk menyeimbangkan kadar keasaman kolam dan untuk membasmi mikroorganisme merugikan yang nantinya bisa menimbulkan hama dan penyakit pada ikan lele peliharaan. Jadi jika tanah terlalu asam bisa dilakukan dosis yang lebih banyak pada kapur yang ditebar.

Setelah pengapuran, selanjutnya adalah tahap pemupukan bagian dasar kolam yang bertujuan penyedia nutrisi bagi mikroorganisme/bakteri, plankton, dan cacing. Cacing selain sebagai penyubur juga sebagai pakan alternatif alami bagi lele, begitu juga bakteri yang berguna untuk menguraikan endapan sisa pakan dan sisa kotoran lele agar tidak menjadi racun/amoniak. Sementara fitoplankton juga berperan sebagai makanan alami lele. Untuk pemupukan bisa menggunakan pupuk organik bisa berupa pupuk kandang maupun kompos yang dicampur dengan pupuk anorganik seperti urea dan TSP. Untuk dosis pemupukan, per meter perseginya memerlukan 250-500 gram pupuk organik dan 30gram gram pupuk anorganik (15 gram urea, 15 gram TSP).   

- Pengaturan Sumber Daya Air Kolam
Setelah semua tahap pengeringan hingga pemupukan selesai, saatnya melakukan pengisian air ke dalam kolam. Pada kolam usaha ternak lele ketinggian permukaan air dari dasar kolam idealnya di kisaran 100-150cm. Proses pengisiannya pun tidak bisa langsung dipenuhi di ketinggian 150cm, tetapi diisi sepertiganya dulu sekitar 50cm, atau lebih sedikit lagi 30cm, yang penting perkirakan dasar kolam masih terkena paparan sinar matahari langsung. Umumnya penentuan ketinggian juga melihat pada tingkat kekeruhan air kolam, jika air bening tentunya di ketinggian 50cm pun tidak masalah. Tujuan pengisian air sepertiga ini ditujukan agar biota di dasar kolam dapat berkembang biak dan berfotosintesis, utamanya adalah fitoplankton yang memanfaatkan pupuk pada dasar kolam untuk tumbuh dan berkembang biak. Fitoplankton merupakan pakan alami bagi bibit ikan lele terutama untuk ukuran burayak lele karena ukuran burayak masih belum bisa memakan makanan instan yang halus sekalipun. Biarkan kolam selama satu minggu atau sampai airnya berwarna hijau (green water) dimana hal tersebut menunjukkan bahwa fitoplankton sudah berkembang biak dengan baik, dan menjadi persediaan pakan alami bibit lele sampai dapat memakan pelet ukuran mikro. Setelah air kolam sudah berwarna hijau (semakin pekat semakin baik), bibit lele siap ditebarkan ke setiap sudut kolam sambil menambahkan air secara perlahan samapai ketinggian sekitar 100cm.

Pemilihan dan Penebaran Benih Lele

Sebelum memilih dan melakukan penebaran benih alangkah baiknya kita mengetahui karakter ikan lele, mungkin beberapa sahabat ternak belum banyak yang mengetahui karakter dari ikan lele peliharannya. 

1. Ikan Lele dapat/lebih cocok hidup dengan suhu lingkungan antara 20 derajat C - 28 derajat C.
2. Air kolam ikan lele sebaiknya bukan air dari hasil limbah industri pabrik (yang bersifat kimia/anorganik).
3. Ikan lele menyukai perairan yang tenang meskipun keruh dan sedikit kandungan oksigennya. Namun bila air mulai bau dan jenuh lalu terlihat lele mengambang sebaiknya air segera diganti paling tidak 50%.
4. Permukaan kolam sebaiknya tidak tertutup, tetapi bisa juga dilakukan penutupan yang tujuannya untuk menjaga kestabilan suhu kolam dengan syarat sirkulasi udara dan cahaya matahari masih bisa masuk. 

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - usahaternak
Bibit lele yang baik akan menentukan keberhasilan budidaya lele
Pada tahap pemilihan bibit usahakan memilih bibit yang berkualitas, karena nantinya ini cukup berpengaruh pada keberhasilan bisnis lele kita. Logikanya para peternak lele jaman sekarang sudah pintar memilih jenis lele yang berkualitas, mereka juga paham selera konsumen mereka yang hanya mengambil ikan lele yang hanya kualitas bagus. Dan lagi lele kualitas bagus dikenal memiliki daya tahan dan kondisi fisik yang lebih baik dari lele non kualitas. Jangan lupa untuk membeli bibit lele berkualitas dari penjual langganan sobat yang sudah terkenal kualitasnya dan sudah menjadi langganan pastinya. Mengenai bibitan ikan lele yang direkomendasikan, sobat bisa memilih jenis ikan lele sangkuriang yang merupakan perkembangan dari lele jumbo. Budidaya ikan lele jenis sangkuriang lebih menguntungkan karena lebih cepat besar dan ukuran tubuh yang lebih berisi dari lele jumbo sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih bersaing.
Pastikan benih lele yang sudah kita beli dan siap ditebar benar-benar sehat, gerakannya lincah gesit normal, tidak ada luka atau cacat pada tubuhnya, dan tidak ada penyakit atau jamur. Untuk kelas bisnis dan budidaya hindari membeli benih yang terlalu kecil karena selain kualitasnya sulit diidentifikasi, daya tahan bibit lele yang terlalu kecil masih angin-anginan. Standardnya ambil bibitan lele dengan ukuran 5-7cm, dalam waktu 3 bulan dengan perawatan yang normal akan didapatkan ikan lele ukuran konsumsi. 
Penebaran dilakukan secara bertahap, ketika wadah pembungkus datang usahakan langsung rendam di kolam minimal 1 jam agar bibit lele menyesuaikan suhu air di kolam sehingga nantinya ketika ditebar tidak kaget. Jika sudah siap, bibitan lele siap ditebar dengan takaran 200-400 ekor untuk per meter perseginya dengan kondisi kedalaman kolam 1-1,5 meter.

Pemilihan Pakan Budidaya Lele

Dalam menentukan pakan budidaya lele kita harus jeli memilih jenis pakan dari berbagai merk di pasaran yang memiliki kualitas. Pakan yang baik memiliki rasio jumlah pakan lebih kecil berbanding dengan rasio pertumbuhan daging. Semakin kecil rasio jumlah pakan (di bawah 1 cm) maka dapat dipastikan kualitas pakan semakin baik. Selain pakan utama, dalam usaha lele juga diperlukan pakan tambahan. Biasanya pakan tambahan berfungsi sebagai alternatif jika harga pakan utama dirasa terlalu mahal, sehingga porsi pakan utama dikurangi dan digantikan dengan tambahan pakan alternatif yang lebih murah.

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - usahaternak
Pelet ikan, nutrisi komplit dalam bentuk yang praktis

Pemberian pakan utama lebih baik diberikan pada sore atau malam hari ketika ikan lele sedang aktif. Porsi, frekuensi, dan aturan pemberian pakan lele adalah 4-5 kali sehari, perkirakan bahwa setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari berat bobot tubuhnya. Berikan secukupnya, bila lele mulai malas memakan pakan utama hentikan pemberian pakan. Pakan utama umumnya berupa pelet ikan yang mengandung protein hewani (30%), lemak (15%), karbohidrat (20%), dan vitamin. Kita juga harus pintar memilih di pasaran, pakan mana yang memenuhi seluruh standard kebutuhan nutrisi ikan lele. Sementara itu untuk pakan bibitan lele yang cukup kecil bisa diberikan pakan alami berupa fitoplankton (green water), kutu air, cacing kecil, dan jentik-jentik.
Di samping memberikan pakan utama, pemberian pakan pendamping juga diperlukan untuk menghemat biaya pengeluaran pakan. Umumnya pakan tambahan dapat berupa keong mas atau bangkai ayam. Sebelum diberikan pada ikan lele, terlebih dahulu cincang-cincang dagingnya sampai halus lalu berikan pada ikan lele. Jika dilihat dari kandungan nutrisinya, paka tambahan tersebut tidak kalah nutrisinya dari pakan utama. Sehingga jika memberikan pakan tambahan pada ikan lele, maka porsi pakan utama harus dikurangi. Dalam pemberian pakan lele jangan sampai telat dan kurang, karena bisa memicu kanibalisme ikan lele besar yang bisa mengancam ikan lele yang lebih kecil.

Sekian panduan lengkap budidaya dan bisnis ikan lele dari tim usahaternak, semoga bermanfaat dalam membantu mensukseskan bisnis ternak dan budidaya ikan lele anda. Bila ada yang masih kurang jelas bisa langsung ditanyakan. Jangan lupa juga berdoa agar bisnis anda semakin sukses dan berkembang. Salam ternak!

Category:  Budidaya Patin

By budidayaikan, August 26, 2014 0 Berita, Budidaya Patin
Hingga sementer I tahun 2014, produksi budidaya ikan patin secara nasional telah mencapai kisaran 200-an ribu ton. Angka ini diharapkan meningkat hingga di atas produksi ikan patin tahun 2013 yang mencapai 410 ribu ton. “Karena itu, untuk mendukung dan meningkatkan… Read More »
By budidayaikan, February 26, 2014 0 Berita, Budidaya Patin
Bagi sebagian masyarakat budidaya ikan kolam menggunakan terpal belum begitu menjanjikan, namun tidak bagi Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, dengan memanfaatkan lokasi yang sempit serta material apa adanya dengan harga murah, hasil kolam terpal begitu menjanjikan. Demikian… Read More »
By budidayaikan, January 15, 2014 0 Budidaya Patin, Kisah Sukses
Memanfaatkan hasil unggulan peternak ikan di Jambi yaitu ikan patin jadi pilihan Ico Ordiana (46). Ibu rumah tangga ini melihat peluang  setelah mendapat tawaran untuk bergabung dengan kelompok usaha perikanan pada 2005. Itulah awal mula perjalanan usaha olahan ikan dengan… Read More »
By budidayaikan, January 13, 2014 1 Berita, Budidaya Patin
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Perikanan (Diskan) Kuantan Singingi sukses mengembangkan benih ikan jenis patin kunyit. Keberhasilan ini merupakan prestasi besar yang diraih selama tahun 2013 lalu. ‘’Kan belum ada yang bisa membenih ikan patin kunyit di Riau. Alhamdulillah,… Read More »
By budidayaikan, January 2, 2014 2 Berita, Budidaya Patin
Industri pengolahan filet ikan patin tumbuh gurih. Lihat saja, tahun 2014 ini, pabrik ikan patin rencananya akan bertambah dua. Saut P. Hutagalung, Direktur Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (PPH) KementerianKelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, adanya tambahan dua pabrik baru… Read More »
By budidayaikan, December 17, 2013 0 Budidaya Patin, Resep Ikan
Sate identik dengan daging kambing atau sapi. Di Sidoarjo, Jawa Timur, berkat ide kreatifnya, seorang lelaki paruh baya berhasil mengkreasikan menu sate ikan patin yang dipadukan dengan urap-urap. Selain lezat, sate ikan patin ini bisa menjadi menu alternatif bagi penderita… Read More »
By budidayaikan, December 5, 2013 0 Berita, Budidaya Patin
Harga ikan air tawar, terutama patin, yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, merangkak naik. Pantauan Kabar Sumatera Rabu (4/12) disejumlah pasar tradisional harga ikan patin mencapai Rp 12.000-Rp 13.000 per kilogram, padahal sehari sebelumnya Rp 11.000 per… Read More »
By budidayaikan, November 5, 2013 0 Budidaya Patin, Kisah Sukses
Arief (50) satu dari ratusan petani ikan patin yang sukses di Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Dengan inovasinya membuat kolam raksasa seluas kurang lebih satu hektar menyatukan beberapa unit kolam menjadi satu. Luas kolam ini menyamai… Read More »
By budidayaikan, October 25, 2013 0 Berita, Budidaya Patin
Budidaya ternak ikan patin menjadi andalan baru warga Kecamatan Plupuh, Sragen dalam rangka membangun kemandirian ekonomi. Bermodalkan media kolam dari kain terpal, kelompok tani Ngudi Rejeki Desa Jembangan, Kecamatan Plupuh, Sragen, mengembangkan ikan patin yang prospeknya cukup menjanjikan. Budidaya ikan… Read More »
By budidayaikan, October 23, 2013 0 Budidaya Patin, Kisah Sukses, Produk Olahan Ikan
Kegiatan yang ditekuni Mustakim (25), warga Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, dan kegigihannya dalam membina masyarakat desanya dalam bidang perikanan dan pengolahan hasil perikanan, mendapatan penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Mustakim akhirnya mendapatkan apresisasi sebagai… Read More »

Category:  Budidaya Patin

By budidayaikan, August 26, 2014 0 Berita, Budidaya Patin
Hingga sementer I tahun 2014, produksi budidaya ikan patin secara nasional telah mencapai kisaran 200-an ribu ton. Angka ini diharapkan meningkat hingga di atas produksi ikan patin tahun 2013 yang mencapai 410 ribu ton. “Karena itu, untuk mendukung dan meningkatkan… Read More »
By budidayaikan, February 26, 2014 0 Berita, Budidaya Patin
Bagi sebagian masyarakat budidaya ikan kolam menggunakan terpal belum begitu menjanjikan, namun tidak bagi Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, dengan memanfaatkan lokasi yang sempit serta material apa adanya dengan harga murah, hasil kolam terpal begitu menjanjikan. Demikian… Read More »
By budidayaikan, January 15, 2014 0 Budidaya Patin, Kisah Sukses
Memanfaatkan hasil unggulan peternak ikan di Jambi yaitu ikan patin jadi pilihan Ico Ordiana (46). Ibu rumah tangga ini melihat peluang  setelah mendapat tawaran untuk bergabung dengan kelompok usaha perikanan pada 2005. Itulah awal mula perjalanan usaha olahan ikan dengan… Read More »
By budidayaikan, January 13, 2014 1 Berita, Budidaya Patin
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Perikanan (Diskan) Kuantan Singingi sukses mengembangkan benih ikan jenis patin kunyit. Keberhasilan ini merupakan prestasi besar yang diraih selama tahun 2013 lalu. ‘’Kan belum ada yang bisa membenih ikan patin kunyit di Riau. Alhamdulillah,… Read More »
By budidayaikan, January 2, 2014 2 Berita, Budidaya Patin
Industri pengolahan filet ikan patin tumbuh gurih. Lihat saja, tahun 2014 ini, pabrik ikan patin rencananya akan bertambah dua. Saut P. Hutagalung, Direktur Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (PPH) KementerianKelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, adanya tambahan dua pabrik baru… Read More »
By budidayaikan, December 17, 2013 0 Budidaya Patin, Resep Ikan
Sate identik dengan daging kambing atau sapi. Di Sidoarjo, Jawa Timur, berkat ide kreatifnya, seorang lelaki paruh baya berhasil mengkreasikan menu sate ikan patin yang dipadukan dengan urap-urap. Selain lezat, sate ikan patin ini bisa menjadi menu alternatif bagi penderita… Read More »
By budidayaikan, December 5, 2013 0 Berita, Budidaya Patin
Harga ikan air tawar, terutama patin, yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, merangkak naik. Pantauan Kabar Sumatera Rabu (4/12) disejumlah pasar tradisional harga ikan patin mencapai Rp 12.000-Rp 13.000 per kilogram, padahal sehari sebelumnya Rp 11.000 per… Read More »
By budidayaikan, November 5, 2013 0 Budidaya Patin, Kisah Sukses
Arief (50) satu dari ratusan petani ikan patin yang sukses di Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Dengan inovasinya membuat kolam raksasa seluas kurang lebih satu hektar menyatukan beberapa unit kolam menjadi satu. Luas kolam ini menyamai… Read More »
By budidayaikan, October 25, 2013 0 Berita, Budidaya Patin
Budidaya ternak ikan patin menjadi andalan baru warga Kecamatan Plupuh, Sragen dalam rangka membangun kemandirian ekonomi. Bermodalkan media kolam dari kain terpal, kelompok tani Ngudi Rejeki Desa Jembangan, Kecamatan Plupuh, Sragen, mengembangkan ikan patin yang prospeknya cukup menjanjikan. Budidaya ikan… Read More »
By budidayaikan, October 23, 2013 0 Budidaya Patin, Kisah Sukses, Produk Olahan Ikan
Kegiatan yang ditekuni Mustakim (25), warga Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, dan kegigihannya dalam membina masyarakat desanya dalam bidang perikanan dan pengolahan hasil perikanan, mendapatan penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Mustakim akhirnya mendapatkan apresisasi sebagai… Read More »

Tenggiri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tenggiri
Rentang hidup: Thanetian–sekarang
O
S
D
C
P
T
J
K
N
[1]
O
S
D
C
P
T
J
K
N
Tenggiri Melayu Scomberomorus commerson
Klasifikasi ilmiah e
Kerajaan: Animalia
Phylum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Upaordo: Scombroidei
Famili: Scombridae
Upafamili: Scombrinae
Bangsa: Scomberomorini
Genus: Scomberomorus
Lacepède, 1801
Type species
S. plumierii
Lacepède, 1801
Spesies
Lihat pada teks..
Tenggiri adalah nama umum bagi sekelompok ikan yang tergolong ke dalam marga Scomberomorus, suku Scombridae. Ikan ini merupakan kerabat dekat tuna, tongkol, madidihang, makerel dan kembung. Tenggiri banyak disukai orang, diperdagangkan dalam bentuk segar, ikan kering, atau diolah menjadi kerupuk, siomay, dan lain-lain.

Pemerian

Ikan tenggiri bertubuh memanjang, memipih lumayan kuat pada sisi-sisinya, telanjang tidak bersisik kecuali pada gurat sisinya (bidang corselet tidak jelas). Moncong meruncing, dengan mulut lebar dan gigi-gigi yang tajam dan kuat di rahang atas dan bawah. Panjang moncong (snout length) lebih pendek daripada sisa kepala bagian belakang. Sirip punggung dalam dua berkas, yang depan dengan XIII - XXII jari-jari keras (duri). Sirip punggung dan sirip anal diikuti oleh banyak sirip kecil tambahan (finlet).[2]
Tenggiri Melayu (Scomberomorus commerson), spesies yang terbesar, dapat mencapai panjang 220 cm, meski kebanyakan kurang dari 1 m saja. Tenggiri merupakan ikan pelagis yang kerap berenang menggerombol dalam kelompok kecil, tidak jauh dari pantai.[3]

Spesies

King Mackerel, tenggiri Amerika, seberat lk. 6 kg
Laman FishBase memuat 18 spesies anggota marga ini:[4]

Lihat pula

Ikan kembung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
?Kembung
Kembung lelaki Rastrelliger kanagurta
Kembung lelaki Rastrelliger kanagurta
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Scombridae
Genus: Rastrelliger
Spesies
Lihat pada teks.
Kembung adalah nama sekelompok ikan yang tergolong ke dalam marga Rastrelliger, suku Scombridae. Meskipun bertubuh kecil, ikan ini masih sekerabat dengan tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makerel. Di Ambon, ikan ini dikenal dengan nama lema atau tatare, di Makassar disebut banyar atau banyara. Dari sini didapat sebutan kembung banjar.
Kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal. Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin yang lebih tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang.

Pemerian

Tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, 1 : 3,7–6 dibandingkan dengan panjang tubuh FL (fork length). Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 1–2 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung; sisik ventral keperakan.[1]
Sisik-sisik yang menutupi tubuh kembung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat di belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil (rudimenter). Sepasang lunas ekor berukuran kecil terdapat di masing-masing sisi batang ekor. Di depan dan belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak (adipose).[2]

Jenis-jenisnya

Pindang kembung perempuan dari Chiang Mai
Di perairan Nusantara dikenal tiga spesies kembung, yakni[1]:
  • Rastrelliger brachysoma (Bleeker, 1851), kembung perempuan
  • Rastrelliger faughni Matsui, 1967, kembung
  • Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817), kembung lelaki

Lihat pula

Rujukan

  1. ^ a b Carpenter, Kent E. & Volker H. Niem. 2001. FAO Species Identification Guide: The Living Marine Resources of The Western Pacific. Vol. 6 : 3737-3739. Food and Agriculture Organization, Rome.
  2. ^ Carpenter & Niem. op cit. p. 3721-3722.

[sembunyikan]
Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama di Indonesia